Mengapa
kau banyak menangis akhir-akhir ini, kak? Mukamu sembab, kamu tak sigap.
Tangismu juga gagap. Semoga bukan karena aku. Aku tak mengerti, kau tak pernah
bercerita padaku soal domestikmu. Ah, pernah, dulu sekali, lama sekali. Jujur
saja, aku tak begitu menyukai kekasihmu yang terlampau angkuh dan berhati
majal. Semoga aku salah. Tapi sungguh kamu terlihat jauh lebih cantik bila
tersenyum. Kamu adalah satu-satunya kakakku yang bertengkar dengan cara yang
paling sopan. Kami hanya tahu kamu menangis gagap saja. Itu saja, kamu tak
memberikan kesempatan pada dirimu sendiri untuk bercerita dan melapangkan hatimu.
Oh mungkin kau punya cara lain yang melapangkanmu. Apakah dengan sembahyang?
Aku penasaran. Kau tak begitu dekat dengan teman-temanmu semenjak menikah. Main
ke rumah teman pun tidak. Punya sosial media apalagi. Kamu memilih begitu
tertutup. Apa enaknya sih jadi diri yang murung begitu, kak?
Kamu tidur saat aku
menulis ini. tulisan ini juga tak akan aku sampaikan padamu.
Semoga kau baik-baik
saja. Jangan galau ah.
Kamu terlalu tua untuk
itu. Hahahaha
3.32 am
12 september 2013

Comments
Post a Comment